Indonesia – China Innovation & Tech Collaboration for EV Ecosystem Infrastructure
Indonesia memiliki program nasional untuk membangun ekonomi low carbon dalam upaya pengurangan emisi.
Salah satunya adalah implementasi pemanfaatan kendaraan listrik berbasis batere & infrastrukturnya.
Maka dari itu produksi kendaraan listrik (baik roda dua, roda empat, juga bis dan truk), sampai industri batere dan charging station nya pun harus dioptimalkan untuk mampu local content.
Sehingga bagi pelaku usaha, kebijakan low carbon ini memberikan dampak peluang bagi pengembangan kapasitas industri nasional.
Trend pembangunan EV Charging untuk operasional armada Mining Truck di MOROWALI
Pada tahun 2030, target pencapaian yang dituju adalah :
1. Dua juta EV car
2. Tiga belas juta EV motor bike
3. Sebanyak 48.118 EV charging unit
4. Sebanyak 196. 179 batere swap box
Meeting paparan target pemerintah untuk membangun EV Ecosystem
Pelaku Utama EV Ecosystem adalah :
1. Regulator : Ministry of Energy & Mineral Resources (Directorate General Electricity & Directorate General Renewable Energy)
2. Charging Point Infrastructure Developer : PLN (Electricity State Owned Co), Voltron, Indika Energy Group (Kalista Energy & Invy), Buzz, Starvo.
3. Charging Manufacturer : Powerindo, ASTRA Oto Power.
4. EV Car Manufacturer : Hyundai Motor, BYD, Wuling, Chery Motor Indonesia, Mobil Anak Bangsa, VKTR, INKA Bus.
5. EV Bike Manufacturer : United E Bike, Gesit, Polytron, Volta, Selis, Electrum, Viar
6. Batere : ABC, CATL, IBC, Wuling. Hyundai
7. Charging Swap Point : Pertamina, Biru Batt
8. Association : Perikilindo, Asmoli, & Gaikindo
Penganugerahan ASIA EV AWARD oleh FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri) & TENDER INDONESIA
Ulasan lengkap EV Ecosystem di Indonesia
Selain info proyek, maka kami punya agenda peluang bisnis para member TIBC (Tender Indonesia Business Club).
Ini sangat efektif utk eksplorasi peluang kolaborasi & sinergi proyek :
1. Kami mengajak member hadir dalam Konferensi & Pameran Smart Transportation & Logistic (termasuk EV) – (JiExpo Kemayoran 15-17 Mei 2025)
2. Kami membentuk Delegasi Indonesia ke EVSE Shenzhen : Mengajak anda menghadiri konferensi & award “Indonesia – China Energy Transition, Renewable Energy, & EV Ecosystem Development Innovation & Technology Collaboration”. Bahagian dari ajang akbar “The 21st EVSE – Electric Vehicle Supply Equipment” di Shenzhen – China 14-16 April 2025
3. Mengajak ikut dlm serial pelatihan “EV Ecosystem ProjectPreneur Camp” di BRIN, untuk bridging business opportunity, innovation development, & technology matching.
4. Dan berbagai kegiatan business matching lainnya terkait proyek EV Ecosystem. Silahkan updatenya via web www.Tender-Indonesia.com maupun sosmed @Tender-Indonesia.official
Beberapa agenda pelatihan Project Preneur :
1. FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri) – TENDER INDONESIA diundang sebagai pengunjung VIP dalam ajang EVSE 2024 lalu di China
2. Menghadirkan Bpk David Lestanto EVP PLN (Persero), yang memaparkan rencana pengembangan Infrastruktur Charging EV Indonesia ke depan. Ini dalam ajang kami “Indonesia – China Energy Transition, Renewable Energy, & EV Ecosystem Development Innovation & Technology Collaboration”.
3. Kami kunjungan meninjau fasilitas teknologi EV Charging PLN.
4. FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri), TENDER INDONESIA, & Delegasi Industri China, berdiskusi update target dan program low carbon ekonomi Indonesia, bersama Kementerian ESDM (Direktorat Jenderal EBTKE – Energi Baru, Terbarukan & Konservasi Energi)
5. FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri), TENDER INDONESIA, & Delegasi Industri China kerjasama dengan Indika Energy Group (INVY & Kalista Energy).
6. Mengajak kunjungan melihat Lab EV Charging milik BRIN
7. Chairman FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri) Tito Loho & Pembina FSII Dr. Ing, Pudji Untoro, berdiskusi bersama Ketum METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) yang juga Direktur Manajemen Proyek & Energi Terbarukan PLN (Persero) Bpk Wiluyo Kusdwiharto. Ini untuk persiapan delegasi Indonesia ke EVSE 2025 Shenzhen China
8. Kami mengajak delegasi Indonesia – China bersama Kepala BRIN Dr. Laksana Tri Handoko.
Sebagai Apresiasi pencapaian inovasi dan technology Para Stake Holder maka di berikan anugerah penghargaan dalam kegiatan EVSE Shenzhen 2025, China